BMKG Prediksi Potensi Gelombang Tinggi di Perairan di Indonesia

- Selasa, 23 Mei 2023 | 10:42 WIB
Ilustrasi, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gelombang tinggi.* (Pexels/Sean Manning)
Ilustrasi, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gelombang tinggi.* (Pexels/Sean Manning)

PERBARUI.COM - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadinya potensi gelombang tinggi di perairan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Jakarta, Selasa, 23 Mei 2023.

Eko menyampaikan potensi gelombang tinggi hingga empat meter berpotensi terjadi di perairan Indonesia pada 23-24 Mei 2023.

Eko juga mengemukkan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya gelombang tinggi adalah pola angin yang terjadi di beberapa perairan di Indonesia.

Kemudian, Eko menuturkan bahwa pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kep. Tanimbar, perairan Kep. Kai-Kep. Aru, Laut Arafuru, perairan Yos Sudarso, dan perairan Merauke," kata Eko.

Sehingga, lanjut Eko, dari kondisi tersebut mengakibatkan adanya peluang peningkatan gelombang tinggi setinggi 1,25-2,5 meter di beberapa perairan di Indonesia.

Adapun rincian potensi gelombang tinggi tersebut kemungkinan terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue-Kep. Mentawai, perairan Bengkulu-barat Lampung, Samudra Hindia Barat Aceh-Bengkulu, perairan selatan Bali-Sumbawa, perairan selatan P. Sumba, perairan P. Sawu-Kupang-P. Rotte, Laut Sawu, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kep. Selayar.

Selain itu, gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di Laut Flores, perairan Baubau-Wakatobi, Teluk Tolo, perairan selatan Kep. Banggai-Kep. Sula, perairan Bitung, perairan Kep. Sitaro, perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, Laut Maluku, perairan Halmahera, Laut Halmahera, perairan P. Buru-P. Ambon-P. Seram, Laut Seram, perairan Kep. Sermata, perairan Fakfak-Kaimana, perairan Agats-Amamapare, perairan Yos Sudarso, perairan utara Papua Barat, Samudra Pasifik Utara Halmahera-Papua Barat.

Adapun untuk gelombang lebih tinggi di kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Banten-Jawa Timur, Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Banten-NTT, Laut Banda, perairan Kep. Babar-Kep. Tanimbar, perairan Kep. Kai-Kep. Aru, Laut Arafuru.

Untuk itu, Eko Prasetyo mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m).

Lalu, kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter).***

Editor: Ali Ruhiyat

Sumber: BMKG

Tags

Terkini

X