PERBARUI.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akan melakukan hal berikut ini dalam kasus dugaan korupsi Menkominfo Johnny G Plate.
Dalam postingan di Intagram miliknya @mohmahfudmd, dirinya akan mencermati dan mengawal kasus yang dihadapi Johnny G Plate tersebut.
"Jadi, yakinlah dan tunggu saja proses peradilan atas kasus yang dihadapi Pak Plate ini. Sebagai Menkopolhukam, saya akan terus mencermati dan mengawal," tulis Mahfud.
Dalam postingan tersebut, Mahfud MD mengatakan bahwa penetapan tersangka Johnny G Plate oleh Kejagung harus dipahami bukan hanya sesuai hukum tetapi keharusan hukum.
Baca Juga: Respon Status Tersangka Johnny G Plate, Mahfud: Bukan Hanya Sesuai Hukum Tapi Keharusan Hukum
"Terkait penetapan tersangka dan penahanan kepada Pak Johnny G Plate, yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung), harus dipahami bukan hanya sesuai hukum tetapi keharusan hukum," kata Mahfud lewat unggahan Instagramnya, Rabu, 17 Mei 2023.
Menfud menambahkan bahwa kasus tersebut sudah lama digarap oleh Kejagung dengan sangat hati-hati.
"Saya tahu bahwa kasus ini sudah diselidiki dan disidik dengan cermat karena selalu beririsan dengan tudingan politisasi. Keliru sedikit saja bisa dituduh politisasi hukum di tahun politik," tulis Mahfud.
Kalau tidak yakin, lanjut mahfud dalam postingan tersebut, dengan minimal dua alat bukti yang cukup, Kejagung tidak akan menjadikan siapapun sebagai tersangka.
Baca Juga: Johnny G Plate Ditetapkan Tersangka Kasus BAKTI Kominfo
Namun, menurut Mahfud, jika sudah ada dua alat bukti yang cukup dan kuat dan masih di tunda-tunda, maka itu bertentangan dengan hukum.
"Tapi jika sudah ada dua alat bukti yang cukup kuat dan masih ditunda-tunda dengan alasan untuk menjaga kondusivitas politik, maka itu bertentangan dengan hukum," tuturnya.
"Jika sudah cukup dua alat bukti, memang sudah seharusnya setatus hukumnya ditingkatkan," lanjut Mahfud.***