PERBARUI.COM - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI August Mellaz mengatakan bahwa pemilih muda memiliki peranan penting dalam Pemilu 2024 nanti.
"pemilih muda yang saat ini jumlahnya 60 persen (17-39 tahun), mau tidak mau, suka tidak suka, harus ikut dan terlibat langsung dalam menentukan arah dan kondisi bangsa ke depan," kata Mellaz.
Hal tersebut disampaikan Mellaz saat dirinya diundang dalam jaringan podcast Kilat Media, salah satu media jaringan ProMedia Teknologi Indonesia di Studio Bali United, Jakarta, Jumat, 17 Maret 2023.
Sehingga, KPU beranggapan bahwa meyakinkan anak-anak muda kekinian sangat penting demi masa depan bersama.
Pasalnya, lanjut Mellaz, banyak anak-anak muda yang saat ini mulai apatis dengan politik.
Salah satu penyebabnya dikarenakan anak-anak muda kurang mendapatkan ruang dalam setiap momentum Pemilu.
"Ataupun setiap pilihan yang mereka ambil di bilik suara tidak pernah berdampak dalam kehidupannya, misalnya ungkapan ; Gue nyoblos A atau B gak ngaruh juga buat hidup gue'," tuturnya.
Padahal, Mellaz mengatakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, aspek politik tidak bisa dipisahkan, bahkan kepaa anak-anak muda sekalipun.
Baca Juga: Ma'ruf Amin Minta Tempat Ibadah Jangan Dijadikan Lokasi Kampanye Pemilu 2024
"Sepanjang dia warga negara, maka setiap keputusan politik akan berdampak ke semua orang yang ada di dalam sistem politik atau negara, itu tanpa terkecuali," ungkapnya.
"Itulah mengapa kemudian politik itu penting," lanjutnya.
Adapun terkait ditanya perihal tantang Pemilu 2024 akibat banjirnya informasi yang mengakibatkan meruaknya politik identitasm isu SARA, dan Hiaks, Mellaz tidak terlalu khawatir. Apalagi jika dikaitkan dengan anak-anak muda sekarang.
"Pasalnya, karakter anak muda kekinian berbeda dengan zaman dulu. Jika anak-anak muda dulu mendapatkan literasi dari baca buku dan diskusi, sementara saat ini akses informasi bisa darimana saja. Itu bedanya," pungkasnya.***
Baca Juga: BNPT Nilai Ancaman Polarisasi dalam Pemilu 2024 Potensial Terjadi
Artikel Terkait
Launching JPP, Agus Sulistriyono Beberkan Sejarah Awal Promedia
Dewan Pers di Launching JPP: Media Harus Miliki Strategi Jitu Agar Tetap Sustain
Launching JPP, Menparekraf Sebut Tanpa Bantuan Media, Pariwisata Tidak Akan Sampai Titik Ini
KPU RI Minta Penyelenggara di Daerah Tetap Lanjutkan Tahapan Pemilu 2024
Respon Penundaan Pemilu 2024, Perludem Sebut Pemilu Tidak Bisa Sembarangan Ditunda
Buntut Putusan Tunda Pemilu, Hakim Teungku Oyong cs Akan Dilaporkan ke KY
Tunda Pemilu, Hakim PN Jakarta Pusat Dilaporkan ke Komisi Yudisial
Pengamat Sebut Peluang Ganjar dan Prabowo Diduetkan di Pemilu 2024 Terbuka Lebar
Ketum PKB Sebut Putusan PN Jakpus Soal Tunda Pemilu Harus Dijadikan Evaluasi Semua Pihak
Wapres Sebut Strategi Polarisasi dalam Pemilu 2024 Dapat Merusak Negara
BNPT Nilai Ancaman Polarisasi dalam Pemilu 2024 Potensial Terjadi
Ma'ruf Amin Minta Tempat Ibadah Jangan Dijadikan Lokasi Kampanye Pemilu 2024
Pertemuan PBB dan PKB, Cak Imin: Saya Menguji Kesaktian Yusril Mengecek Siapa yang Menang di Pemilu 2024