• Rabu, 5 Oktober 2022

Semangat Hadjarudin Supiana Selama Menjadi Guru Honorer Setengah Abad

- Sabtu, 10 September 2022 | 15:31 WIB
Hadjarudin Supiana Guru Honorer Setengah Abad
Hadjarudin Supiana Guru Honorer Setengah Abad

PERBARUI.COM - Tak banyak yang tahu cerita tentang Hadjarudin Supiana, seorang guru honorer yang telah mengabdi mengajar selama 52 tahun. Namun semangatnya seakan tak pernah luntur dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

Hadjarudin Supiana menjadi guru honorer di SD Negeri Babakan Sirna, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kakek yang berusia 72 tahun tersebut selalu menjangkau perjalanan yang cukup jauh. Beliau harus menempuh sejauh 5 km setiap harinya menuju sekolah dari tempat tinggalnya di Desa Sukasirna Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur.

Meskipun demikian, semangat dan perjuangannya untuk mengajar tak pernah berkurang. Dalam usianya yang tak lagi muda, tak menyulitkan niatnya untuk  terus mengabdi dan mendidik anak muridnya. Namun, dibalik itu Supiana tak menampik bahwa beliau pernah kecewa sebab pernah gagal jadi PNS.

Baca Juga: Konflik Turki dan Yunani di Kawasan Semenanjung Laut Aegea Semakin Memanas

Dilain sisi, pemerintah juga telah menawarkan 3 opsi penyelesaian untuk nasib honorer yang diantaranya adalah mengikuti seleksi PNS, rekutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) atau diangkat pegawai dengan honor sesuai UMP/UMK. Namun opsi ini masih menyisakan jeritan tentang nasib pengangkatan mereka, termasuk Hadjarudin Supiana.

Dilansir kompas.com (9/9), saya merasa kecewa saja kenapa teman-teman saya yang lain itu. Tapi saya tidak putus asa langsung saja nge-honor sampai sekarang, ungkap Supiana.

Kenaikan upah sebagai guru honorer tidak pernah naik signifikan. Jika pada tahun 1970-an ia menerima bayaran senilai 10 ribu rupiah, kini Hadjarudin Supiana menerima bayaran 350 ribu rupiah per bulan. Upah sebagai guru honorer ini untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup bersama keluarga.

Baca Juga: Mahakarya Patung Sukarno Tertinggi Berbahan Bambu dibuat di Bali

Digunakan untuk makan, ongkos, jajan dan kebutuhan rumah tangga. Bayangkan saja, kalau dikatakan tidak cukup mungkin itu tidak cukup. Dalam sebulan sekian itu upah saya, tambahnya

Setengah abad sudah berlalu sejak Supiana menjadi guru honorer, beliau tak lagi punya harapan dan impian menjadi PNS, namun ia mempunyai asa agar pemerintah memperhatikan nasibnya untuk bisa memiliki rumah sendiri sebagai tempat berteduh dan berkumpul bersama keluarga.***

Halaman:

Editor: Muhammad Azhar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X