• Rabu, 5 Oktober 2022

Konflik Turki dan Yunani di Kawasan Semenanjung Laut Aegea Semakin Memanas

- Sabtu, 10 September 2022 | 14:32 WIB
Konflik Turki Yunani
Konflik Turki Yunani

PERBARUI.COM - Selama dua bulan terakhir, ketegangan hubungan antara Yunani dan Turki kian memuncak. Pasalnya kedua negara sama-sama mengklaim kawasan di mediterania timur dan pulau-pulau Aegea adalah daerah kekuasaan mereka. Hal ini menjadi tumpang tindih dan menimbulkan konflik yang kian memanas.

Masalah yang kompleks dibawah hukum Internasional semakin diperburuk karena kurangnya diplomasi antar kedua negara. Padahal Turki dan Yunani merupakan sekutu NATO sejak 18 Februari 1952.

Dilansir dari laman Aljazeera.com, Hasan Gogus, mantan Duta Besar Turki untuk Yunani dan Austria, mengatakan bahwa perselisihan tersebut menyangkut wilayah perairan, delimitasi landas kontinen dan ruang wilayah di udara di semenanjung laut Aegea.

Baca Juga: Mata Uang Inggris Merosot Tajam Ke Level Terendah

Sementara itu, dari sudut pandang Yunani, Turki membuat klaim yang tidak didukung oleh status quo maupun hukum internasional. Dimana bagi Yunani, kedaulatan di laut Aegea sangat penting secara geopolitik dan strategis sebagai perbatasan terhadap negara-negara asia barat.

Dasar hukum tersebut bisa ditemukan dalam perjanjian Lausanne (1923), dimana perjanjian itu mengatur dan menetapkan kekuasaan terhadap beberapa pulau yang ada di Aegea. Sehingga dengan ditandatanganinya perjanjian ini, maka perjanjian Sevres (1920) yang sebelumnya ada, dibatalkan dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Seperti apa isi perjanjian Lausanne? Berikut kutipannya:

1. Thracia Timur (daerah sekitar Constantinople) dikembalikan kepada Turki

2. Turki melepaskan semua daerah yang penduduknya bukan bangsa Turki:

  • Arabia merdeka
  • Lybia diserahkan ke Italia
  • Mesir, Palestina, Trans-Jordania, Irak, Cyprus diserahkan ke Inggris
  • Syria, Libanon diserahkan ke Prancis

Baca Juga: Kabel Melintas di Bawah Laut Indonesia, Luhut Minta Australia Harus Ijin dan Bayar

Halaman:

Editor: Muhammad Azhar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mata Uang Inggris Merosot Tajam Ke Level Terendah

Kamis, 8 September 2022 | 13:35 WIB

Reformasi UU, Jepang Siap Pungut Pajak Cryptocurrency

Kamis, 1 September 2022 | 11:53 WIB

KBRI Washington Dukung Parade Kebaya Goes To UNESCO

Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:15 WIB
X